Kamis, 27 Agustus 2009
Marhaban Ya Ramadhan 1430 H
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
21.13
0
komentar
Kamis, 16 April 2009
karang antu 10 - April - 2009
Trip Yang melelahkan , mirip kapal plesiran , arus bawah demikian kuat , mancing jadi susah cape....dech
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
19.32
0
komentar
Sabtu, 22 November 2008
Pesona mancing Di sanghyang

Pengalaman pertama mancing dilaut, sungguh mengagumkan pesona pulau sanghyang banten dengan potensi lautnya , menggoda saya untuk mengunjungi kembali......
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
18.13
0
komentar
Jumat, 24 Oktober 2008
Hobby Mancing

Upps nulis lagi nih. Yap sekarang aku lagi hobby banget sama mancing ikan , semenjak kelahiran putra ku yang ketiga entah kenapa memancing ikan menjadi hobby baru ku. sekarang ini lagi nyiapin dana buat beli joran yang lebih bagus dari yang sekarang aku punya and accesories lainnya......
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
20.54
0
komentar
Selasa, 08 April 2008
InGat BeBek
Ingat bebek? Ada seorang bocah laki-laki sedang berkunjung ke kakek dan neneknya dipertanian mereka.
Dia mendapat sebuah katapel untuk bermain-main di hutan. Dia berlatih dan berlatih tetapi tidak pernah berhasil mengenai sasaran. Dengan kesal dia kembali pulang untuk makan malam. Pada waktu pulang, dilihatnya bebek peliharaan neneknya. Masih dalam keadaan kesal, dibidiknya bebek itu dikepala, matilah si bebek. Dia terperanjat dan sedih. Dengan panik, disembunyikannya bangkai bebek didalam timbunan kayu, dilihatnya ada kakak perempuannya mengawasi. Sally melihat semuanya, tetapi tidak berkata apapun.
Setelah makan, nenek berkata, “Sally, cuci piring.” Tetapi Sally berkata, “Nenek, Johnny berkata bahwa dia ingin membantu didapur, bukankah demikian Johnny?” Dan Sally berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Johnny mencuci piring.
Kemudian kakek menawarkan bila anak-anak mau pergi memancing, dan nenek berkata, “Maafkan, tetapi aku perlu Sally untuk membantu menyiapkan makanan.” Tetapi Sally tersenyum dan berkata, “Tidak apa-apa, karena Johnny memberitahu kalau ingin membantu.” Kembali dia berbisik, “Ingat bebek?” Jadi Sally pergi memancing dan Johnny tinggal dirumah.
Setelah beberapa hari Johnny mengerjakan tugas-tugasnya dan juga tugas-tugas Sally, akhirnya dia tidak dapat bertahan lagi. Ditemuinya nenek dan mengaku telah membunuh bebek neneknya dan meminta ampun. Nenek berlutut dan merangkulnya, katanya, “Sayangku, aku tahu. Tidakkah kau lihat, aku berdiri dijendela dan melihat semuanya. Karena aku mencintaimu, aku memaafkan. Hanya aku heran berapa lama engkau akan membiarkan Sally memanfaatkanmu.” Aku tidak tahu masa lalumu. Aku tidak tahu dosa apakah yang dilemparkan musuh kemukamu. Tetapi apapun itu, aku ingin memberitahu sesuatu. Tuhan juga selalu berdiri di’jendela’. Dan Dia melihat segalanya. Dan karena Dia mencintaimu, Dia akan mengampunimu bila engkau memintanya. Hanya Dia heran melihat berapa lama engkau membiarkan musuh memperbudakmu. Hal yang luar biasa adalah Dia tidak hanya mengampuni, tetapi Dia juga tidak mengingat-ingat lagi dosamu.”
From : Inspiratif story
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
18.05
0
komentar
Selasa, 12 Februari 2008
Back to Basic
Sekarang ini saya sedang disibukan untuk kembali membaca buku , buku yang saat ini saya " baca kembali " adalah sebuah tulisan dari seorang pakar dan pengamat quality Kiyoshi Suzaki yang sudah dialih bahasakan oleh PQM consultans judul buku ini dalam bahasa indonesia adalah 'Tantangan Industri Manufaktur Penerapan Perbaikan Berkesinambungan ", buku ini sebenarnya sudah saya baca, tapi entah kenapa koq rasanya masih ada beberapa yang mengganjal sehingga saya harus kembali membuka buku ini
Kondisi Perekonomian yang belum stabil berdampak pada seluruh sendi dan dimensi kehidupan tidak terkecuali dunia industri , pukulan telak dari kenaikan harga minyak menyebabkan seluruh industri mengencangkan ikat pinggang , melakukan "Rasionalisasi " agar dapat bertahan hidup (Survive), Efisiensi menjadi kata yang teramat sering kita dengar.pengukuran kuantitatif dan kualitatif menjadi tolok ukur dan pembicaran sehari - hari baik dalam meeting internal maupaun pembicaraan di pojok kantin, tetapi masih saja ada kegamangan dari pelaku pelaksana didalamnya, kadang kita bingung dan tidak tahu harus melakukan apa dalam situasi seperti itu, prioritas yang dijalankan tidak bersinergi satu sama lain bahkan terkesan bertolak belakang , fokus pada hal yang utama hilang karena komunitas lebih bergairah untuk menjalankan aktivitas yang tak perlu dan rutin.oleh sebab itu lah saya tergerak untuk kembali membaca buku karya Mr Suzaki tersebut.
dalam Buku itu diuraiakan hal - hal dasar yang dapat dilakukan oleh industri manufaktur untuk dapat bertahan , tanpa perlu mempelajari teori - teori makro yang dapat membuat keriting otak kita untuk dapat mencernanya atau bahkan angka - angka yang dapat menipu kita . Buku ini sangat sederhana menjelaskan penting nya mengurangi aktivitas pemborosan dalam semua operasianal pabrik.
Fujio cho seorang pakar quality dari toyota mendefinisikan pemborosan ( waste atau muda dalam bahasa jepang ) adalah "segala sesuatu yang berlebihan diluar kebutuhan minimum atas peralatan , bahan , komponen ,tempat dan waktu kerja yang mutlak diperlukan untuk proses nilai tambah suatu produk"secara sederhana pemborosan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang tidak memberi nilai tambah.
Sekarang marilah kita luangkan waktu untuk melihat dan mengamati praktek yang sebenarnya terjadi ditemapt kita ( Gemba ),dalam kegiatan operasional pabrik akan banyak sekali kita temui pemborosan yang kita tidak sadari sebelumnya contoh; kegiatan mengawasi jalannya mesin, memindahkan komponen dari satu tempat ketempat lain, kelebihan produksi dan penanganan produk ganda, mencari peralatan kerja dll, banyak orang mungkin akan berkata "Kita tahu itu " tetapi kita tidak pernah bertanya pada diri sendiri " tindakan apa yang dapat dilakukan guna melenyapkan pemborosan itu "
sayang sekali , kebanyakan dari kita tidak dsapat menjawab pertanyaaan diatas.Satu hal yang umumnya kita ingat dari pekerjaan kita adalah terlalu banyak pekerjaaan yang perlu ditangani segera ( Pemadam kebakaran ),akibatnya kita tak punya waktu untuk melakukan analisis dan perencanaaan kerja yang lebih baik.
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
14.45
0
komentar
Kamis, 17 Januari 2008
PelajaRan Di Awal tahun
Awal tahun 2008 ini,banyak sekali pelajaran dari kehidupan yang saya dapati, baru tiba di awal tahun saya dikejutkan oleh "Musibah " yang menimpa seorang sahabat yang selama ini saya anggap dekat.Sahabat yang selama ini saya selalu jadikan mitra diskusi baik hal umum, teknologi sampai agama tersandung kasus pencurian yang menyebabkan dirinya harus mengundurkan diri, sampai hari ini saya masih tidak dapat memepercayaai apa yang sudah dilakukan oleh sahabat tersebut.
dalam satu kesempatan , sebelum sahabat tersebut keluar , saya sempat bertemu dan berbicara mengenai kronologis dan latar belakang yang menyebab kan hal tersebut bisa terjadi, tidak banyak yang dapat digali karena sahabat tersebut lebih banyak diam dan selalu berusaha mengalihkan pembicaraan....,teman dan sahabat virtual kenapa saya mengangkat cerita ini, kadang kita sulit menerima apabila orang yang kita kenal sangat baik dapat melakukan tindakan kejahatan yang dapat merugikan orang lain,terlebih dalam banyak kesempatan kita tahu kualitas keilmuan dan ibadah sahabat kita itu,sahabat virtual memang sulit menjadi orang baik, nilai - nilai keagamaan yang kita anut sekali pun kadang sulit membuat kita menjadi manusia yang baik ketika jeratan napsu dan tekanan hidup begitu kuat menguasai kita. semoga sahabat saya tersebut tersadar bahwa ada korelasi yang kuat antara penguasaan nilai - nilai keagamaan dengan praktek kehidupan didunia nyata,ketika kita dinilai sebagai orang baik hal itu seharusnya merupakan pancaran dari sikap keimanan didalam diri kita tanpa dibuat - buat atau pamrih dan begitupun sebaliknya ketika kita dinilai sebagai orang yang taat beragama hal itu baru akan terlihat dalam aktualisasi setiap napas , gerak dan langkah kita dalam kehidupan nyata tidak hanya dalam buku teori agama yang kita punya.
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
16.36
0
komentar
Kamis, 27 Desember 2007
Memaknai taHuN Baru

Kita sudah ada di penghujung tahun 2007 , terasa waktu berlalu begitu cepat,masih terbayang maraknya penyambutan tahun baru 2007 lalu, seluruh elemen masyarakat diseluruh dunia ,dari rakyat jelata sampai dengan petinggi pemerintahan sibuk dengan semaraknya penyambutan tahun , seluruh stasiun TV berlomba menyedot perhatian pemirsanya,dilingkungan terkecil pun sampai keluarga sibuk mengadakan berbagai acara agar satu hari diawal tahun itu berbeda dengan hari - hari lainnya
kadang dalam kesendirian saya berfikir berapa banyak dana yang kita habiskan ? hanya untuk menyambut satu hari ...ya satu hari hanya di awal tahun, tidak kah kita bisa melihat berapa banyak saudara kita yang memaknai hari pergantian tahun itu tidak ada beda nya dengan hari - hari yang telah berlalu ,bahkan terkesan tidak peduli dengan perubahan tahun karena sulitnya tekanan kehidupan yang dirasakan...., lalu bagaimana dengan anda... tentu anda sendiri yang dapat menjawabnya...., pergantian tahun dapat dimaknai adanya harapan dan keinginan yang lebih baik ditahun depan tapi harus dicatat bahwa harapan itu hanya akan tinggal angan - angan apabila tidak dibarengi oleh perubahan sikap , perilaku , pola kerja , cara berfikir , kedewasaaan dari individu yang menjalaninya .....so jadi sudah kah ? kita siap menyambut perubahan tahun 2008 ini dengan perubahan pada diri kita ...,ketimbang menyambut perubahan tahun dengan pesta yang belum tentu kelihatan manfaatnya bahkan mungkin lebih banyak mudaratnya........
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
14.49
0
komentar
Selasa, 11 Desember 2007
BelUm AdA JUdul
Era perubahan yang terus bergulir membuat beberapa perusahaan perlu melakukan terobosan - terobosan dalam mengantisipasi apa dengan sasaran bertahan danmemenangkan persaingan .Tidak jarang terobosan yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kinerja dan produktivitas yang sudah ada dengan mOtto yang kurang lebih sebagai berikut " Bagaimana supaya hari ini lebih baik dari hari kemarin ", demikian pula dengan individu pekerja yang ada didalamnya , terkadang terus bergulir dalam rutinitas yang meningkat tanpa membuat perubahan apalagi menjadi agen perubahan.
Kita tidak dapat melihat masa depan sebagai kelanjutan masa lalu....karena masa depan akan sangat berbeda dengan masa lalu. Kita harus meninggalkan cara kerja lama supaya kita sukses dimasa depan, demikian komentar peter senge tentang pentingnya arti melakukan terobosan melalui perbedaan untuk menghadapi masa depan yang tidak pasti.
Jika ingin memenangkan persaingan , kita tidak mungkin bisa hanya mengikuti jalan sukses yang sudah pernah dilakukan orang lain, dalam bahadsa iklan dikatakan " Jangan jadi Follower ,jadilah Terndsetter ", masih teringat penuturan John sifonis yang mengatakan , "Different isn't always better, but the best is always different "
dilanjut nanti.........................
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
10.53
0
komentar
Label: "Half full - half Empty "
Rabu, 05 Desember 2007
LAgi MeLAnkolis
Setiap pagi sebelum saya berangkat kerja , disebuah stasiun radio swasta selalu diputar lagu nasyid ini, liriknya sangat menyentuh dan menggugah perasaan , kadang saya duduk lama dikursi sambil mendendangkan nasyid ini sambil merenungi hakikat kematian , judul nya kalau tidak salah "Selimut Putih", saya lupa siapa penyanyinya
liriknya sebagai berikut;
::Selimut Putih::
Bila Izrail datang memanggil
Jasad terbujur di pembaringan
( 2X )
Seluruh tubuh akan menggigil
Terbujur badan dan kedinginan
( 2X )
( 2 )
Tak ada lagi gunanya harta
Kawan karib sanak saudara
( 2X )
Jikalau ada amal di dunia
Itulah hanya pembela diri
( 2X )
Janganlah mau disanjung - sanjung
Engkau digelar manusia agung
( 2X )
Sedarlah diri tahu diuntung
Sebelum masa keranda diusung
( 2X )
Datang masanya insaflah diri
Selimut putih pembalut badan
( 2X )
Tinggal semua yang dikasihi
Berbaktilah hidup sepanjang zaman
( 2X )
coba dech, lihat liriknya betapa kita diingatkan akan kematian, dalam sebuah hadist nabi berpesan bahwa" kecerdasan tertinggi adalah banyak - banyak mengingat kematian"
. Kematian sebagaiman posting sebelumnya adalah bagian dari rangkaian episode kehidupan kita yang mau atau tidak mau harus kita lalui, kematian tidak mengenal umur dan batasan , sang Izrail akan datang apabila "KONTRAK", hidup kita didunia memang sudah selesai,tidak ada yang tahu memang seberapa besar kontrak kita dengan sang Kholik...yang hanya kita tahu sebagian dari isi kontrak itu adalah kewajiban kita untuk berbakti dan menyembah kepadaNya ...Wama kholaqtul jinna wal insaa illa liya bu'dun
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
11.43
0
komentar
Sabtu, 01 Desember 2007
sEdIH VS GeMBira

Seorang sahabat baru saja kehilangan salah seorang yang dicintainya , putri tercintanya yang masih berusia sangat muda telah mendahuluinya, nampak raut kesedihan diwajahnya saat sahabat tersebut menceritakan peristiwa itu kepada saya, hampir - hampir air mata ini menetes mendengar penuturannya,bagaimanapun juga saya pernah mengalami peristiwa yang hampir serupa dengan yang dialami sahabat tersebut, setelah berbagi cerita yang cukup lama, saya katakan kepada sahabat tersebut "kehidupan sudah diatur oleh yang maha kuasa , sebagai hamba tugas kita memohon doa dan berusaha ,setelah itu Allah SWT yang akan mengatur jalannya"
Sebagaimana alur cerita dalam kehidupan ini ,segala sesuatu selalu diciptakan berpasangan ada pria ada wanita, ada siang ada malam,ada baik ada buruk dan setiap ada kegembiraan yang kita rasakan kitapun harus siap dengan kesedihan yang akan menghampiri, karena itu adalah bagian dari setiap episode kehidupan kita.Akan tetapi dalam kehidupan ini dapat kita lihat banyak orang yang berusaha sekuat tenaga dan upaya untuk lari dan menjauhi kesedihan, padahal semakin kita berusaha menjauhi semakin dekat pula kesedihan menghampiri, dalam sebuah bait syair nasyid dikatakan
Hidup ini
Tak dapat lari
Dari kepayahan
Cerita kehidupan
Segalanya...cerita ujian Ilahi
Untuk melihat
Siap yang sabar
Siapa tidak
Bersabar..oh..bersabar
Bersabar
Bersabar...oh...bersabar
Bersabar sebahagian iman
Kerana setia kepada Allah
Kita bersabar
C/O
Bersabar dengan ujian
Kau akan dibalas pahala
Di akhirat
Kita kan senang
Kita gembira
Untuk selama-lamanya
Gembira selamanya
Kerna bersabar
Hidup perlu bersabar
Biar apapun yang terjadi
Tenanglah selalu
Buktikan kesetiaanmu
Pada Allah
Lagu : Yasmin
Lirik : Yasmin
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
13.22
0
komentar
Kamis, 29 November 2007
PaRaDOks PeMAksAaN

Terlalu memaksa akan menjadi bumerang.Campur tangan dan hasutan terus - menerus takkan melahirkan kelompok yang baik, malah akan merusak kelompok.Proses kelompok terbaik itu pelik, tidak dapat dipaksakan, Tak dapat diperdebatkan atau dimenangkan dalam pertengkaran.
Pemimpin yang berusaha mengendalikan kelompok lewta paksaan tidak memahami proses kelompok.Paksaan akan mengakibatkan anda kehilangan dukungan anggota. Pemimpin yang memaksa berfikir mereka memfasilitasi prosesnya,padahal mereka justru menghambat prosesnya. Mereka berfikir bahwa mereka membangun medan kelompok yang baik, padahal mereka menghancurkan kesatuannya dan menciptakan faksi~ faksi.Mereka berfikir bahwa campur tangan mereka yang terus menerus adalah ukuran kemampuan, padahal campur tangan seperti itu kasar dan tidak pantas. Mereka berfikir bahwa posisi mereka sebagai pemimpin memberi mereka kewenangan mutlak , padahal perilaku mereka menghilangkan rasa hormat. Pemimpin yang bijaksana tetapa berpusat dan mendasar, dan menggunakan paksaaan sesedikit mungkin untuk bertindak dengan efektif.Pemimpin menghindari keegoisan dan menekankan sikap ketimbang perbuatan.
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
16.10
0
komentar
Rabu, 28 November 2007
KepadaNya KiTa SEmua Akan KeMBali ~ Jalaludin Rumi

Aku mati sebagai mineral
dan menjelma sebagai tumbuhan,
aku mati sebagai tumbuhan
dan lahir kembali sebagai binatang.
Aku mati sebagai binatang dan kini manusia.
Kenapa aku harus takut?
Maut tidak pernah mengurangi sesuatu dari diriku.
Sekali lagi,
aku masih harus mati sebagai manusia,
dan lahir di alam para malaikat.
Bahkan setelah menjelma sebagai malaikat,
aku masih harus mati lagi;
Karena, kecuali Tuhan,
tidak ada sesuatu yang kekal abadi.
Setelah kelahiranku sebagai malaikat,
aku masih akan menjelma lagi
dalam bentuk yang tak kupahami.
Ah, biarkan diriku lenyap,
memasuki kekosongan, kasunyataan
Karena hanya dalam kasunyataan itu
terdengar nyanyian mulia;
“KepadaNya, kita semua akan kembali”
Jalaluddin Rumi
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
14.44
0
komentar
Jumat, 23 November 2007
Kehidupan

Engkau dibisiki bahawa hidup adalah kegelapan
Dan dengan penuh ketakutan
Engkau sebarkan apa yang telah dituturkan padamu
penuh kebimbangan
Kuwartakan padamu bahawa hidup
adalah kegelapan
jika tidak diselimuti oleh kehendak
Dan segala kehendak akan buta bila tidak diselimuti pengetahuan
Dan segala macam pengetahuan akan kosong
bila tidak diiringi kerja
Dan segala kerja hanyalah kehampaan
kecuali disertai cinta
Maka bila engkau bekerja dengan cinta
Engkau sesungguhnya tengah
menambatkan dirimu
Dengan wujudnya kamu, wujud manusia lain
Dan wujud Tuhan.
~Khalil Gibran
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
17.44
0
komentar
Kamis, 22 November 2007
MaSalah DaN KeHiduPan

Kehidupan manusia adalah kehidupan yang "jatuh bangun " .Sang Pencipta tidak pernah menjanjikan langit yang selalu biru, namun satu hal yang pasti setelah hujan reda akan nampak pelangi.Bukan perkara bagaimana kita gagal atau menghadapai masalah , namaun yang terpenting bagaimana kita bangkit dari kegagalan tersebut dan mulai melakukan pembaharuan agar hal yang sama tidak terulang lagi.
Keberhasilan bukan diukur dari posisi yang telah dicapai seseorang dalam kehidupan , melainkan dari rintangan - rintangan yang diatasinya saat berusaha untuk berhasil.Disinilah letak kehidupan yang bermakna tersebut.
Ketika peristiwa begitu menekan dan hampir putus asa, percayalah bahwa hal tersebut tidak akan melebihi kekuatan kita sebagai manusia .Mungkin langkah - langkah praktis yang dapat kita lakukan adalah mengidentifikasikan secermat mungkin peristiwa yang kita alami , Mungkin memang buah perbuatan kitra selama ini , kalau pun datang dari orang lain ,dengan bijaksana lakukan instropeksi ada apa diri kita dengan orang itu dan mengapa orang itu berbuat demikian.
" Tidak ada masalah yang terlalu besar untuk dihadapi, tidak ada langkah yang terlau panjang untuk dijalani ,dan tidak ada orang yang terlalu sulit untuk dihadapi ketika kita mampu menyikapi setiap peristiwa dengan kepala dingin dan hati jernih "
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
15.40
0
komentar
Label: half Full - Half Empty
Senin, 19 November 2007
MeNjadi Diri SEndiRi

Pemimpin yang bijaksana tidak pamer kesucian atau pamer prestasi.Itu akan menciptakan iklim sukses dan gagagl.Dan akan timbul persaingan serta kecemburuan.Menekankan sukses material itu sama;mereka yang memiliki banyak menjadi tamak, dan mereka yang memiliki sedikit menjadi pencuri ,kalau anda mengutamakan penampilan ,orang akan cari muka.Pemimpin yang bijaksana memperhatikan segala perilaku dengan seksama.
Demikianlah kelompoknya menjadi terbuka terhadap lebih banyak kemungkinan perilaku.Orang belajar banyak kalau terbuka terhadap segalanya dan tidak sekedar memikirkan apa yang menyenangkan sang guru. Pemimpin menunjukan bahwa gaya bukanlah pengganti isi, bahwa mengetahuifakta tertentu tidaklah lebih berkuasa daripada hikmat sederhana,bahwa menciptakan kesan tidaklah lebih hebat daripada bertindak menurut hati nurani. Murid – murid belajar bahwa tindakan yang efektif timbul dari keheningan serta nurani yang bersih.Disinilah mereka temukan sumber kedamaian.Mereka temukan bahwa orang yang membumi dapat melalukan apa yang perlu dilakukan dengan lebih efektif dari pada orang yang sekedar menyibukkan diri
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
15.51
0
komentar
Senin, 12 November 2007
SElAmaT Datang PeRuBAHan

Yup,....Judul posting ini adalah selamat datang perubahan , ya perubahan. Perubahan adalah kata yang sering kita dengar akhir - akhir ini, dalam skala yang lebih besar dalam ukuran negara ini, sering kita dengar para pemimpin kita atau tokoh terkemuka mengatakan dan membuat slogan kata tersebut ,dalam skala yang lebih kecil misalnya dilingkup perusahaan tempat kita bernaung atau mungkin di area kita tinggal,kata perubahan kerap juga kita jumpai......
Tetapi setelah banyak kita jumpai kata perubahan ,pernahkah terpikir oleh kita apa makna kata perubahan dan sebagai hamba tuhan mengapa kita harus mengalami perubahan...., ini yang menjadi renungan dan bahan pertanyaan buat saya selama ini, apa hakikat perubahan itu dan makna yang terkandung didalamnya...........,dengan kemampuan akal yang terbatas saya coba mendefinisikan kata perubahan menurut Versi saya , perubahan adalah "bergeraknya suatu elemen atau unsur dari satu titik ketitik lain dalam sebuah lintasan" .
Sebagai manusia tanpa kita sadari, kita adalah subyek dan obyek perubahan ....ya sekali lagi kita adalah subyek juga merangkap sebagai obyek perubahan tersebut, dalam bahasa agama dikatakan bahwa tuhan tidak akan merubah nasib suatu kaum ,kalau bukan kaum itu sendiri yang merubahnya artinya bahwa rahmat tuhan kan datang kepada hambanya jika kita benar - benar mau bergerak mencari dan berusaha terus - menerus untuk mengadakan perubahan. sebagaimana manusia sering kali kita cemas dan khawatir dengan perubahan ( Status QUo ) , tetapi pernahkah kita perhatikan perubahan pada dirikita , sanggupkah kita menahan agar tidak menjadi tua,sanggupkah kita menahan agar waktu berhenti satu detik saja, atau mampukah kita menahan agar uban tidak tumbuh dikepala kita .......silakan teman -teman jawab sendiri..
sebagai manusia perubahan yang dapat kita lakukan hanya bertahan dan mensiasati perubahan itu agar berlangsung dengan baik...,buat para pengusung dogma status quo bersiaplah , apabila selama ini anda menikmati keStatus Quo an anda ,belum ada seorang pun yang sanggup menurunkan , merubah atau memperbaiki anda , kalau anda tidak segera melakukan perubahan , anda yang akan tergusur oleh perubahan itu sendiri.
kesejatian ,kekuasaan mutlak itu hanya milik tuhan YME,
Sebuah renungan buat pribadi dan temen............
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
16.50
0
komentar
Jumat, 09 November 2007
SiApa MenGKorup Siapa???
Saat ini hampir semua element masyarakat meneriak keinginan untuk anti korupsi, pada sektor swasta, sektor pemerintahan, mahasiswa dan masyarakat umum berkeinginan yang kuat untuk menghentikan korupsi yang ada.
Tetapi kenapa semakin besar keinginan untuk menghapus korupsi yang ada, tetapi korupsi semakin semarak, dan hal ini tidak hanya pada kalangan birokrat, PNS, Pejabat, bahkan pada sector swasta budaya korupsi pun terus mengakar.
Definisi Korupsi menurut pribadi saya adalah, mengambil sesuatu yang bukan haknya, dalam hal ini mengambil sesuatu yang bukan haknya adalah berwujud materi dan imateri.
Hasil pemikiran nakal dengan ilmu yang kurang ini, berdasarkan definisi korupsi yang saya artikan sendiri, ternyata hampir semua orang pernah melakukan korupsi, dan budaya korupsi sudah mengakar dari anak sekolah. Budaya korupsi juga merupakan hasil dari budaya instant yang terjadi saat ini, dimana orang tidak mau mengikuti suatu proses untuk mencapai suatu tujuan. Saat ini orang cenderung mencari jalan pintas atau shortcut untuk mencapai kesuksesan.
Contoh kecil dari pembiasaan korupsi adalah, korupsi waktu, y, dalam hal ini bila ita terlambat kita telah melakukan korupsi waktu, yang sampai saat ini hampir semua orang menyukai untuk datang telat, atau pada saat penyelenggaraan rapat sering molor karena tidak tepat waktu dalam bisnis waktu adalah uang, jadi ketika kita mengkorupsi waktu, sama dengan kita mengkorupsi uang bukan.
Mahasiswa dan pelajar sebagai juru reformasi meneriakan hapus korupsi, tetapi ketika mengingat pengalaman kuliah dulu, saat kita membutuhkan uang, terkadang sahabat saya bilang kepada orang tua untuk membeli buku, walau terkadang peruntukannya hanya untuk keperluan lain. Atau saat waktu kuliah, mahasiswa sering titip absent kerena sedang males atau keadaan apa pun, apakah contoh seperti itu bukan suatu korupsi.
Seorang pegawai swasta yang katanya lebih dari disiplin, dalam hal kecil kita sering ketika jam kantor pergi untuk keperluan pribadi, hal ini pernah terjadi kepada mantan pimpinan saya ketika jam kerja beliau mengajak saya untuk menemaninya berbelanja electronic keperluan pribadi. Suatu korupsi waktu. Atau ketika ada beberapa sahabat saya meminta ATK, atau office supplies yang dibawa pulang untuk keperluan keluarga, walau nilainya tidak material, pembawaan ATK pulang merupakan suatu korupsi, walau terkadang sahabat beralasan "ah Cuma pulpen, tipex, engga akan membuat perusahaan rugi…"
Benar pengambilan ATK kantor hal itu tidak bernilai signifikan, tetapi tindakan tersebut melatih mental kita untuk dapat membiasakan mencuri, mungkin para pejabat yang korupsi miliaran rupiah karena mereka bergelut dengan uang yang jumlahnya begitu tak terhingga, sehingga tertarik mengambil "sedikit " menurut versi mereka, tetapi hal itu tidak dapat dibenarkan dalam hal apapun.
Atau ketika seorang birokrasi, saat memberi pelayanan, contoh umum dalam berita dalam pembuatan KTP dibilang gratis atau maksimal Pembayaran RP 5000, tetapi pernah saya mengurus Perpanjangan KTP, dimintai lebih dari angka tersebut, ketika saya bilang di Koran beritanya tidak sebesar itu dan pihak oknum kelurahan tersebut berkelit "ya udah, bapak urus KTPnya di Koran saja, lagian kan biaya tersebut untuk ongkos kekecamatan bolak-balik" sunguh ironi seorang pelayan masyarakat seperti itu.
Atau ketika kita diminta untuk menjalankan perintah tuhan, kadang kita sering mengulur waktu karena sedang tidak enak hati, dalam hal ini kita juga telah melakukan korupsi waktu dan korupsi ketaqwaan
Terkadang kita sering teriak hokum para koruptor…. Pernah terpikir ketika kita berbicara lantang seperti itu, jika kita mau jujur diri kita juga seorang koruptor, "walau yang kita korupsi tidak merugikan masyarakat" tetapi kita tetap lah seorang yang pernah melakukan korupsi walau hanya kecil-kecilan.
Sebenarnya kita sudah merasakan dampak akibat korupsi dalam sekala besar mengakibatkan kesensaraan bersama-sama. Dan seorang koruptor adalah seorang penghianat atas kepercayaan yang telah diberikan kepada dirinya.
Maka dalam rangka keinginan kita bersama untuk memberantas korupsi, saya mengajak semua sahabat untuk memulai memberantas korupsi dari diri kita sendiri, dimulai dari hal yang terkecil, dan merambat ke keluarga, ke lingkungan dekat kita, dan terus meluas ke lingkungan tempat tinggal, dan akan terus meluas ke Negara. Ini. Mari mulai jujur terhadap diri sendiri, dan tidak lagi membohongi diri ini, serta tidak melatih diri kita menjadi koruptor "kecil-kecilan". Semoga pemberantasan korupsi dapat sukses dan Negara ini menjadi makmur tanpa korupsi.
"mari kita wujudkan Indonesia bebas koupsi, di mulai dari saya, anda, dan untuk Indonesia, karena hal kecil yang anda lakukan akan berdampak besar jika kita lakukan bersama"
"Dimulai dari diri sendiri, dimulai dari yang kecil, dimulai saat ini" (AA Gym)
Dalam perenunganku, Ayo berantas korupsi…untuk kita bersama
"Dari seorang teman Virtual, Thank My Friend"
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
16.56
1 komentar
Selasa, 06 November 2007
DaLAm hILANg ArAH BIdUK
Dikala badai melanda hati
gemuruh jiwa berteriak
Tak diam dan terus berontak
Gelisah dan terus bertanya
Kisah ini adalah suatu ilham
Datang tak pernah dikira
Pergi hilang seketika
Membuat diri hening dalam diam
Mimpi yang terjadi
Adalah keinginan yang terperi
Memberi ketenangan dalam Hati
Melebur hasrat berarti
Dalam luasnya samudra cinta
hembus angin memberi tanda
akan arah yang tertuju
dalam arah ruang waktu
Dalam hilang arah biduk
kutanya bintang tentang kita
tersadari bahwa kaulah pelita hati
membawa teduh dalam diri
Terimakasih cinta atas semua mimpi
Memberi makna dalam diri
Mendewasakan hati ini
Memberi anugrah diri terberkahi
Thanks to mas erwin arianto
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
14.41
0
komentar
Selasa, 30 Oktober 2007
Komunitas Workshop PT.SRI
Ehm........Gw ada Rencana buat Blog untuk komunitas anak - anak tempat kerja gw, terutama workshop , tempat dimana kurang lebih 10 tahunan ,gw sudah bergaul dengan mereka ,dan mudah - mudahan blog yang rencananya nanti gw buat bisa mempererat silaturahmi diantara keluarga besar Workshop atau Enginnering departement..............
Read More......
Diposting oleh
Iwan Bastian
di
14.06
0
komentar
Label: Komunitas